supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),
Tafseer
فبادروا قبل { أن تقول نفسٌ يا حسرتى } أصله يا حسرتي، أي ندامتي { على ما فرطت في جنب الله } أي طاعته { وإن } مخففة من الثقيلة، وإني { كنت لمن الساخرين } بدينه وكتابه .
Maka bersegeralah sebelum jiwa berkata, “Aduh, betapa menyesalnya aku!” Asal katanya adalah, “Aduh, betapa menyesalnya aku,” yang berarti penyesalanku, “atas apa yang telah aku lalaikan di sisi Allah,” yang berarti ketaatan kepada-Nya, “dan sesungguhnya,” bentuk yang ringan dari yang berat “dan sesungguhnya,” “Aku termasuk orang-orang yang mengejek” agama-Nya dan kitab-Nya.